09 July 2009

Resusitasi Jantung Paru (RJP)

clip_image002

Pengertian : Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi henti nafas dan henti jantung

Tujuan : Untuk mengatasi henti nafas dan henti jantung sehingga dapat pulih kembali

Indikasi :

1.  Henti nafas (Respiratory Arrest), henti nafas yang bukan disebabkan gangguan pada jalan nafas dapat terjadi karena gangguan pada sirkulasi (asistole, bradikardia, fibrilasi ventrikel)

2. Henti jantung (Cardiac Arrest) dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Hipoksemia karena berbagai sebab
  • Gangguan elektrolit (hipokalemia, hiperkalemia, hipomagnesia)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penekanan mekanik pada jantung (tamponade jantung, tension pneumothoraks)

Diagnosis :

  • Tidak terdapat adanya pernafasan (dengan cara Look-Listen-Feel)
  • Tidak ada denyut jantung karotis

Perhatian :

Pada pasien yang telah terpasang monitor EKG dan terdapat gambaran asistole pada layar monitor, harus selalu dicek denyut nadi karotis untuk memastikan adanya denyut jantung. Begitu juga sebaliknya pada pasien terpasang monitor EKG yang telah di-RJP terdapat gambaran gelombang EKG harus diperiksa denyut nadi karotis untuk memastikan apakah sudah teraba nadi (henti jantung sudah teratasi) atau hanya gambaran EKG pulseless. Jika nadi karotis belum teraba maka RJP dilanjutkan

Tindakan

Tanpa alat :

a.1 (satu) orang penolong : memberikan pernafasan buatan dan pijat jantung luar dengan perbandingan 2 : 30 dalam 2 menit (5 siklus). Tiap 5 siklus dievaluasi dengan mengecek pernafasan (LLF) dan jantung (perabaan nadi karotis). Jika masih henti jantung dan henti nafas, RJP dilanjutkan

b. 2 (dua) orang penolong : memberikan pernafasan buatan dan pijat jantung luar yang dilakukan oleh masing-masing penolong secara bergantian dengan perbandingan 2 : 30 dalam 2 menit (5 siklus). Tiap 5 siklus dievaluasi dengan mengecek pernafasan (LLF) dan jantung (perabaan nadi karotis). Jika masih henti jantung dan henti nafas, RJP dilanjutkan dengan berganti orang.

c. Pijat jantung luar diusahakan 100 kali/menit

Dengan alat :

Untuk mencapai hasil RJP yang lebih baik harus segera diusahakan pemasangan intubasi endotrakeal

RJP dihentikan bila :

  • Jantung sudah berdetak ditandai adanya nadi dan nafas sudah spontan
  • Mengecek nadi dan pernafasan
  • Penolong sudah kelelahan
  • Pasien dinyatakan tidak mempunyai harapan lagi/meninggal

Tulisan yang Berhubungan



1 comment:

Anonymous said...

Now I am going to do my breakfast, afterward having my breakfast coming yet again to read more
news.
http://www.reviewsontwitterfollowers.wordpress.com/2013/06/10/getting-more-followers-on-twitter

Also visit my web page ... laurice

Post a Comment