11 August 2010

Obesitas (Kegemukan)

STPOVETG Obesitas adalah suatu penyakit yang diakibatkan timbunan lemak abnormal baik secara absolute maupun relatif. Ukuran abnormal tergantung keadaan penduduk / populasi di suatu daerah atau berdasarkan uji epidemiologi.

Bagaimana menentukan keadaan obesitas?

Kita dapat menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index) berikut :

Body Mass Index (BMI) = Body Weight (Kg) : Body Height (meter2)

Juga menggunakan pengukuran lingkar pinggang.

Berikut ini klasifikasi obsesitas menurut WHO berdasarkan BMI dan lingkar pinggang serta faktor risiko menderita penyakit akibat obesitas :

Klasifikasi

BMI (Kg/m2)

Kelas Obesitas

Lingkar Pinggang

Lingkar Pinggang

Laki-laki ≤ 102 cm (≤ 40 in) dan Perempuan ≤ 88 cm (≤ 35 in)

Laki-laki ≥ 102 cm (≥ 40 in) dan Perempuan ≥ 88 cm (≥ 35 in)

Normal

18,5 – 24,9

Berat badan lebih

25,0 – 29,9

Meningkat

Tinggi

Obesitas

30,0 – 34,9

I

Tinggi

Sangat Tinggi

Obesitas

35,0 – 39,9

II

Sangat Tinggi

Sangat Tinggi

Extreme Obesitas

≥ 40

III

Sangat Tinggi Sekali

Sangat Tinggi Sekali

Khusus untuk orang Asia menggunakan modifikasi di bawah ini :

Klasifikasi

BMI (Kg/m2)

Lingkar Pinggang

Lingkar Pinggang

Laki-laki < 90 cm dan Perempuan < 80 cm

Laki-laki ≥ 90 cm dan Perempuan ≥ 80 cm

Berat badan kurang

< 18,5

Rendah (tapi berisiko menderita penyakit lain)

Normal

18,5 – 22,9

Meningkat

Berat badan lebih

≥ 23,0

Berisiko

23,0 – 24,9

Meningkat

Moderate

Obesitas I

25,0 – 29,9

Moderat

Parah

Obesitas II

≥ 30,0

Parah

Sangat parah

Berdasarkan berat badan dan lingkar pinggang maka dapat digambarkan kemungkinan bentuk tubuh beserta risiko besar timbulnya penyakit akibat obesitas seperti di bawah ini :

clip_image002

BMI tinggi

Lingkar pinggang panjang

BMI rendah

Lingkar pinggang panjang

BMI tinggi

Lingkar pinggang pendek

BMI sedang

Lingkar pinggang pendek

BMI rendah

Lingkar pinggang pendek

Risiko tinggi  <---------------------------------------------------------->   Risiko rendah

Penyakit-penyakit yang timbul yang berhubungan erat dengan obesitas :

Diabetes Melitus tipe 2

Hipertensi

Penyakit Jantung Koroner

Stroke

Penyakit kandung empedu

Osteoarthritis

Gangguan tidur

Kanker payudara

Kanker rahim

Kanker kolon

05 June 2010

Ikhtiar mendapatkan anak laki-laki atau perempuan

Setiap orang tua tentu ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga. Di beberapa daerah atau suku sangat menginginkan mempunyai anak laki-laki sebagai pewaris harta keluarga. Begitu pula sebaliknya banyak orang tua menginginkan anak perempuan karena dianggap rajin dan nantinya dapat membantu mereka bekerja di rumah.

Jenis kelamin seseorang dipengaruhi oleh proses pembuahan yaitu bertemunya sel sperma (spermatozoa) dengan sel telur (ovum) di rahim. Sel sperma terdiri dari kepala, leher dan ekor. Pada kepala sperma terdapat cadangan makanan dan kromosom seks X atau Y. Semua ovum mengandung kromosom X. Sperma X jika bertemu ovum maka akan menjadi anak perempuan (XX). Begitu juga jika sperma Y bertemu dengan ovum maka akan menjadi anak laki-laki (XY). Jadi yang menentukan jenis kelamin adalah sel sperma mana yang bertemu dengan ovum.

FG29_01a Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju gerak sperma menuju sel telur antara lain : bentuk dari sperma itu sendiri, tingkat keasaman dalam rahim, dan kesiapan sel telur. Mari kita bahas satu persatu :

1. Bentuk sperma

Ada Perbedaan antara sperma X dengan sperma Y yang mana sperma X kepalanya lebih besar dan ekornya lebih pendek dibandingkan sperma Y. Sehingga sperma X bersifat gerakannya lambat tetapi kuat menempuh jarak jauh. Sedangkan sperma Y larinya cepat tetapi staminanya lemah.

Jika menginginkan anak laki-laki, harus memperpendek waktu sperma menuju ovum dengan suami melakukan penetrasi (tusukan) yang dalam saat senggama dan posisi suami di atas

Jika menginginkan anak perempuan maka suami menghindari penetrasi yang dalam dan posisi suami di bawah.

2. Tingkat keasaman

Sperma Y akan bergerak dengan baik dalam suasana rahim basa begitu juga sebaliknya sperma X akan bergerak baik dalam suasana rahim asam.

Jika menginginkan anak laki-laki, suami harus banyak memakan makanan yang mengandung asam antara lain daging dan sea food. Dan istri harus banyak memakan makanan yang mengandung basa antara lain sayur-sayuran, buah-buahan,susu, putih telur dan agar-agar.

Jika menginginkan anak perempuan, sebaliknya.

Ada juga faktor rangsangan terhadap istri yang mana rangsang yang cukup akan membuat rahim menjadi basa sehingga sperma Y mudah bergerak.

Jika menginginkan anak laki-laki, ejakulasi suami setelah istri terangsang selama senggama.

Jika menginginkan anak perempuan, istri menghindari rangsangan selama senggama.

3.Kesiapan sel telur dalam rahim

Sel telur siap dibuahi (masa subur) kira-kira 14 hari ± 2 hari sesudah haid terakhir.

Jika menginginkan anak laki-laki, harus bersenggama mendekati masa subur tersebut

Jika menginginkan anak perempuan, menjauhi masa subur.

Manusia bisa berusaha dan berdoa tapi Tuhanlah yang menentukan. Apapun jenis kelaminnya yang penting kita didik anak kita menjadi anak sholeh yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

03 June 2010

Penanganan Gangguan Tidur

Penanganan gangguan tidur dibagi menjadi 2 tahap yaitu :

4064001471-tidur-lebih-nyaman-dengan-tengkurap Tanpa menggunakan obat-obatan (terapi non farmakologi) dan menggunakan obat-obatan (terapi farmakologi)

Terapi non farmakologi

Merupakan pilihan utama sebelum menggunakan obat-obatan karena penggunaan obat-obatan dapat memberikan efek ketergantungan. Ada pun cara yang dapat dilakukan antara lain

1. terapi relaksasi

Terapi ini ditujukan untuk mengurangi ketegangan atau stress yang dapat mengganggu tidur. Bisa dilakukan dengan tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah, teknik pengaturan pernapasan, aromaterapi, peningkatan spiritual dan pengendalian emosi.

2. terapi tidur yang bersih,

Terapi ini ditujukan untuk menciptakan suasana tidur bersih dan nyaman. Dimulai dari kebersihan penderita diikuti kebersihan tempat tidur dan suasana kamar yang dibuat nyaman untuk tidur.

3. terapi pengaturan tidur,

Terapi ini ditujukan untuk mengatur waktu tidur perderita mengikuti irama sirkardian tidur normal penderita. Jadi penderita harus disiplin menjalankan waktu-waktu tidurnya

4. terapi psikologi/psikiatri

Terapi ini ditujukan untuk mengatasi gangguan jiwa atau stress berat yang menyebabkan penderita sulit tidur. Terapi ini dilakukan oleh tenaga ahli atau dokter psikiatri

5.Mengubah gaya hidup

Bisa dilakukan dengan berolah raga secara teratur, menghindari rokok dan alkohol, mengontrol berat badan dan meluangkan waktu untuk berekreasi ke tempat-tempat terbuka seperti pantai dan gunung.

Terapi farmakologi

Mengingat banyaknya efek samping yang ditimbulkan dari obat-obatan seperti ketergantungan, maka terapi ini hanya boleh dilakukan oleh dokter yang kompeten di bidangnya. Obat-obatan untuk penanganan gangguan tidur antara lain :

1. Golongan obat hipnotik

2, Golongan obat antidepresan

3. Terapi hormone melatonin dan agonis melatonin

4. Golongan obat antihistamin.

Ada terapi khusus untuk kasus-kasus gangguan tidur tertentu selain yang telah disebutkan di atas. Misalnya pada sleep apnea yang berat dapat dibantu dengan pemakaian masker oksigen (Continuous positive airway pressure) atau tindakan pembedahan jika disebabkan kelemahan otot atas pernapasan. Pada Restless Leg Syndrome kita harus mencari penyakit dasarnya untuk dapat memperoleh terapi yang adekuat.