Showing posts with label tumbuh kembang anak. Show all posts
Showing posts with label tumbuh kembang anak. Show all posts

24 June 2009

Stimulasi Perkembangan Anak

Child05 Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak yang datangnya di luar individu anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Anak yang mendapatkan stimulasi lebih cepat berkembang dibandingkan dengan yang kurang atau tidak mendapat stimulasi. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan bisa menyebabkan gangguan yang menetap.

Stimulasi juga merupakan penguat hubungan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ibu yang memberikan stimulasi/permainan kepada anaknya, menyebabkan anak tersebut menjadi senang dan berinisiatif untuk melakukan permainan dengan ibunya sehingga menciptakan suasana kasih sayang.

Kemampuan dasar yang dirangsang dengan stimulasi adalah perkembangan anak yang meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

Sebagaimana kita ketahui pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian . Perkembangan anak selalu berhubungan erat dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kemampuan dasar anak mempunyai pola yang tetap dan berurutan.

Pada tahap  perkembangan, diawali dengan perkembangan kognitif yang ditandai dengan perkembangan sensoris dan motoris contohnya memberikan stimulasi visual mainan dengan gerak dan warna-warna atau bunyi yang indah diletakkan di ranjang bayi. Hal tersebut akan meningkatkan perhatian bayi terhadap mainan yang diketahui dari gerakan dan suara bayi tersebut. Kemudian tahap belajar mendengar dan berbahasa ditandai dengan mulai meniru kata-kata. Pada anak yang sudah bisa berjalan dan berbicara akan melakukan penjelajahan (eksplorasi) dan manipulasi terhadap lingkungan yang merupakan perwujudan motif kompetensi. Motif kompentensi ini bersifat bawaan, tetapi dapat ditingkatkan atau dikurangi  oleh lingkungan (stimulasi).

Dalam melakukan stimulasi ada prinsip dasar yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.

2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.

3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur

4. Lakukan stimulasi dengan mengajak anak bermain, bernyanyi, menyenangkan, tanpa paksaan, tanpa hukuman dan bervariasi.

5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.

6. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.

7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.

8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

10 June 2009

Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Remaja

Masa remaja atau orang barat bilang masa “teenager” ditandai dengan kematangan fungsi dan tercapainya bentuk tubuh dewasa. Gambaran pertumbuhan remaja ditandai dengan semakin tinggi dan beratnya remaja tersebut. Gambaran perkembangan remaja ditandai dengan tingkat perkembangan pubertas atau Tingkat Maturitas Kelamin (TMK). TMK 1 dan 2 adalah masa remaja awal, TMK 3 dan 4 adalah masa remaja menengah dan TMK 5 adalah masa remaja lanjut dan maturitas seksual penuh.

Klasifikasi TMK anak perempuan :

TMK

Rambut Pubis

Payudara

1

tidak ada

belum menonjol

2

Jarang, berpigmen sedikit, lurus, terletak di atas medial labia

menonjol seperti bukit kecil, areola mamae melebar

3

Lebih hitam, mulai ikal, jumlah bertambah

payudara/mamae dan areola membesar, tidak ada kontur pemisah

4

Kasar, keriting,  banyak tapi belum sebanyak dewasa

areola dan papila membentuk bukit kedua

5

Bentuk segitiga seperti pada perempuan dewasa tersebar sampai tengah paha

papila menonjol, areola sebagai bagian dari kontur payudara

Klasifikasi TMK anak laki-laki

TMK

Rambut Pubis

Penis

Testis

1 tidak ada pra remaja pra remaja
2 sedikit, panjang, pigmen sedikit sedikit membesar skrotum (kulit pembungkus testis) membesar, warna merah muda
3 Sedikit, mulai ikal, lebih gelap lebih panjang lebih besar
4 seperti tipe dewasa tetapi lebih sedikit, kasar dan keriting lebih besar, ukuran glans dan lebar penis bertambah lebih besar, skrotum lebih gelap
5 Seperti dewasa, menyebar sampai tengah paha ukuran dewasa ukuran dewasa

Kematangan alat kelamin perempuan ditandai dengan datangnya haid atau menstruasi sedangkan anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah (mimpi hingga disertai ejakulasi pengeluaran sperma).

20 May 2009

Mengatasi Anak susah Makan

Anak susah makan membuat para orang tua pusing. Belum lagi timbul rasa khawatir terhadap tumbuh kembang si kecil menjadi terganggu karena kekurangan gizi. Hal ini menyebabkan banyak orang tua menjadi stres dan tidak sabar serta memarahi anaknya. Padahal kesabaran merupakan faktor yang penting dalam mengasuh anak. Berikut ini tips bagaimana mengatasi anak susah makan :

  • Cermati kebiasaan. Sejak dini cobalah membiasakan anak untuk ikut makan bersama keluarga mengelilingi meja makan. Ciptakan jadwal makan bersama sebagai momen yang hangat dan menyenangkan. Namun jika ternyata anak sulit menjaga sikap saat makan, jangan marah karena anak bakal trauma dan menolak makan. Upayakan suasana yang nyaman bagi anak sehingga mau menyantap makanannya.
  • Tertibkan jadwal makan. Jadwal makan anak umumnya terdiri dari tiga kali makan besar dan tiga kali selingan. Untuk balita dan anak pra sekolah bisa lebih sering lagi misalnya setiap 2 sampai 3 jam. Namun ingat jangan berlebihan, misalnya antara jam makan besar dan selingan /camilan jangan memberikan makanan apapun selain air putih. Hal ini akan membuat anak lapar dan mau menyantap makanan saat jam makan besar.
  • Variasikan menu. Pastikan untuk memasukkan satu atau dua unsur makanan sehat dan bergizi seperti sayuran, ikan dan telur. Jangan menyerah untuk mencoba menawarkan makanan bergizi yang tidak disukai anak. Ingat, anak perlu pembiasaan. Cermati juga menu yang disukai anak dan tawarkan variasi jenis maupun bentuknya agar anak tertarik dan tidak bosan. Misalnya jika anak anda bosan dengan wortel yang disup cobalah dengan mengkreasikan wortel menjadi bentuk lain. Siapa tahu si anak menjadi suka.
  • Alami dan seimbang. Usahakan membuat makanan yang tidak terlalu berbumbu atau dimasak berlebihan yang menyebabkan rasa alami dan nutrisinya banyak hilang. Bentuk makanan juga sesuaikan dengan si anak jangan sampai terlalu besar. Pastikan juga porsinya jangan terlalu besar.
  • Libatkan anak. Ajaklah anak berbelanja bahan makanan ke pasar atau swalayan. Saat berbelanja, orang tua dapat menguji kemampuan anak dalam mengambil keputusan misalnya “kamu pilih  pisang atau pepaya”. Selain itu jika keluarga suka berkebun, libatkan anak ikut menanam buah atau sayuran. Anak akan suka menyantap hasil jerih payahnya sendiri.
  • Jangan diimingi hadiah. Hindari menawarkan permen, kue, uang atau apa saja sebagai hadiah agar anak mau menghabiskan makanan. Ingat, pola makan akan dibawa seumur hidup. Jangan sesekali memasukkan unsur hadiah dalam mendidik pola makan anak dan hindari pemaksaan

Jika dengan segala upaya ternyata anak masih menolak menyantap makanan yang disuguhkan, jangan memaksa atau memberikan makanan lain. Tidak masalah anak tidak makan sampai jadwal makan atau camilan berikutnya, asal tidak lebih dari 2 – 3 jam.

Mengajarkan Anak Menggunakan Toilet

Dd499 Sering kali kita dipusingkankan oleh balita kita yang kencing atau ngompol sembarangan.Sprai, kasus, bantal, guling atau sofa bisa berbau pesing akibat balita kita ngompol. Begitu pula saat balita buang air besar. Buang air di sembarang tempat semakin menyibukkan kita untuk membersihkannya.

Memakai diapers pada balita secara terus-menerus juga bukan merupakan solusi. Pemakaian diapers yang lama akan menyebabkan kulit si anak menjadi lecet atau teriritasi dan jelas akan menambah pengeluaran kita.

Solusi dari permasalahan di atas adalah dengan memberikan latihan buang air kecil  atau buang air besar  yang dikenal dengan istilah toilet training. Latihan ini sangat diperlukan agar anak dapat melakukan  buang air kecil  atau buang air besar  dengan benar dan bukan di sembarang tempat. Toilet training merupakan suatu keterampilan menjaga kebersihan diri sendiri yang sangat berguna sampai besar nanti.

Toilet training dipengaruhi oleh kebiasaan setempat. Di perkotaan, anak-anak usia 1 – 3 tahun sudah menggunakan pispot sebagai sarana pengenalan toilet training tetapi di pedesaan anak-anak masih diperkenankan untuk buang air kecil  atau buang air besar  di celana.

Jadi toilet training merupakan bagian dari pendidikan keluarga untuk membuat anak mandiri dan memiliki keterampilan penguasaan buang air. Kontrol tubuh terhadap buang air kecil  atau buang air besar  diperoleh anak pada usia 3 tahun. Di bawah usia 1 tahun, anak belum memiliki kontrol yang baik terhadap keinginan buang air kecil  atau buang air besar-nya.

Untuk melatih toilet training pada anak akan lebih mudah jika anak mulai menunjukkan kesiapan, antara lain :

  • Anak dapat menahan sementara keinginannya untuk buang air kecil  atau buang air besar. anak tidak mengompol 3 – 4 jam dalam sehari. Bisa dilihat dari pampers atau diapers anak masih kering setelah 3 – 4  jam dipasang.
  • Sudah tidak mengompol saat bangun tidur
  • Dapat mengikuti petunjuk sederhana dan memberi tahu jika celana atau diapers-nya kotor atau basah
  • Bisa menunjukkan ekspresi wajah, postur tubuh dan kata-kata yang menunjukkan keinginan buang air kecil  atau buang air besar  kepada orang lain
  • Mulai dapat membuka dan memasang celana dan pakaian sendiri
  • Dapat membersihkan atau menyiram bekas buang airnya
  • Tertarik pada kebiasaan orang yang lebih tua atau dewasa masuk ke toilet
  • Minta diajari menggunakan toilet

Saat anak anda sudah menunjukkan kesiapan toilet training, sebaiknya anda melatihnya sedini mungkin pada  usia pra sekolah. Jadi diperlukan konsistensi dalam urusan waktu dan perlakuan dari orang tua atau pengasuh anak.

15 May 2009

Tahapan Perkembangan Anak

Child03 UMUR 0 - 3 BULAN

- Mengangkat kepala setinggi 45o

- Menggerakkan kepala dari kiri atau kanan ke tengah

- Melihat dan menatap wajah anda

- Mengoceh spontan datau bereaksi dengan mengoceh

- Suka tertawa keras

- Bereaksi terkejut terhadap suara keras

- Membalas tersenyum ketika diajak bicara atau tersenyum

- Mengenali ibu dengan penglihatan, pendengaran dan kontak

UMUR 3 - 6 BULAN

- Berbalik dari telungkup ke terlentang

- Mengangkat kepala setinggi 90o

- Mempertahankan kepala tetap tegak dan stabil

- Menggenggam pensil

- Meraih benda yang ada dalam jangkauannya

- Memegang tangannya sendiri

- Berusaha memperluas pandangan

- Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil

- Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik

- Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri

UMUR 6 - 9 BULAN

- Duduk

- Belajar berdiri, kedua kaki menyanggah sebagian berat badan

- Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang

- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain

- Memungut 2 benda masing-masing tangan memegang 1 benda secara bersamaan

- Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup

- Bersuara tanpa arti : mamama, bababa, dadada, tatata

- Mencari benda yang dijatuhkan

- Bermain tepuk tangan atau senang bermain “ciluk ba”

- Bergembira dengan melempar benda

- Makan kue sendiri

UMUR 9 - 12 BULAN

- Mengangkat badannya ke posisi berdiri

- Belajar berjalan selama 30 detik

- Dapat berjalan dengan dituntun

- Mengulurkan lengan untuk meraih mainan yang diinginkan

- Menggenggam erat pensil

- Mengulang meniru suara yang didengar

- Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti

- Ingin tahu, ingin menyentuh apa saja

- Bereaksi terhadap suara perlahan/bisikan

- Senang diajak main “CILUK BA” (“PEEK A BOO”)

- Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang tidak dikenal

UMUR 12 - 18 BULAN (1 - 1,5 TAHUN)

- Berdiri sendiri tanpa berpegangan

- Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

- Berjalan mundur lima langkah

- Memanggil ayah dengan “papa”, memanggil ibu dengan kata “mama”

- Menumpuk 2 kubus

- Memasukkan kubus ke kotak

- Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan

- Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing

UMUR 18 - 24 BULAN (1,5 - 2 TAHUN)

- berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik

- berjalan tanpa terhuyung-huyung

- bertepuk tangan melambai-lambai

- menumpuk 4 buah kotak kubus

- memungut benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk

- menggelindingkan bola ke arah sasaran

- menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti

- membantu/meniru pekerjaan rumah tangga

- memegang cangkir sendiri, belajar makan dan minum sendiri

UMUR 24 - 36 BULAN (2 - 3 TAHUN)

- Jalan naik tangga sendiri

- Dapat bermain dan menendang bola kecil

- Mencorat-coret pensil pada kertas

- Bicara dengan baik menggunakan 2 kata

- Dapat menunjukkan 1 atau lebih bagian tubuh ketika diminta

- Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih

- Membantu memungut mainannya sendiri

- Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah

- Melepas pakaiannya sendiri

UMUR 36 - 48 BULAN (3 - 4 TAHUN)

- Berdiri 1 kaki selama 2 detik

- Melompat dengan kedua kaki diangkat

- Mengayuh sepeda roda tiga

- Menggambar garis lurus

- Menumpuk 8 buah kubus

- Mengenal 2- 4 warna

- Menyebut nama, umur, tempat

- Mengerti arti di atas, di bawah, di depan

- Mendengarkan cerita

- Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri

- Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan

- Mengenakan sepatu sendiri

- Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

UMUR 48 - 60 BULAN (4 - 5 TAHUN)

- Berdiri 1 kaki selama 6 detik

- Melompat-lompat 1 kaki

- Menari

- Menggambar tanda silang

- Menggambar lingkaran

- Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh

- Mengancing baju atau pakaian boneka

- Menyebut nama lengkapnya tanpa dibantu

- Senang menyebut kata-kata baru

- Senang bertanya tentang sesuatu

- Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar

- Bicaranya mudah dimengerti

- Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya

- Menyebut angka, menghitung jari

- Menyebut nama-nama hari

- Berpakaian serdiri tanpa dibantu

- Menggosok gigi tanpa dibantu

- Bereaksi tenang dan tidak rewel saat ditinggal ibu

UMUR 60 - 72 BULAN (5 - 6 TAHUN)

- Berjalan lurus

- Berdiri 1 kaki selama 11 detik

- Menggambar 6 bagian tubuh secara lengkap

- Menangkap bola kecil dengan kedua tangan

- Menggambar segi empat

- Mengerti arti kata lawan

- Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih

- Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya

- Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10

- Mengenal warna-warni

- Mengungkapkan rasa senang

- Mengikuti aturan permainan

- Berpakaian sendiri tanpa dibantu

Jika anak anda mengalami keterlambatan dalam tahap perkembangan anak normal, silahkan hubungi dokter spesialis anak atau pusat kesehatan terdekat.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Child04 Masa balita adalah masa keemasan, jendela kesempatan dan masa kritis.Balita sebagai calon generasi penerus perlu pertumbuhan dan perkembangan yang baik dengan gizi yang sesuai, stimulasi yang memadai, terjangkaunya pelayanan kesehatan yang berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan pertumbuhan perkembangan dan pengurangan berbagai faktor lingkungan yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak

Balita memiliki otak yang bersifat plastis yang berarti :

Sisi Positif :

• Lebih terbuka proses belajar dan mencari pengalaman

Sisi Negatif :

• Lebih peka/sensitif terhadap lingkungan buruk

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

• PERTUMBUHAN : bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

• PERKEMBANGAN : bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian

CIRI-CIRI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

• Perkembangan menimbulkan perubahan

• Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan berikutnya

• Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda

• Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan

• Perkembangan mempunyai pola yang tetap

• Perkembangan memiliki tahap yang berurutan

PRINSIP –PRINSIP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

• Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar

• Pola perkembangan dapat diramalkan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak

Faktor dalam (internal)

• Ras/etnik/bangsa

• Keluarga

• Umur

• Jenis kelamin

• Genetik

Faktor luar (eksternal)

• Faktor prenatal (sebelum lahir)

• Faktor persalinan

• Faktor pasca persalinan

Faktor Prenatal (sebelum lahir)

• Gizi

• Mekanis

• Toksin/zat kimia

• Hormonal

• Infeksi

• Kelainan kekebalan tubuh

• Janin kurang oksigen

• Psikologi ibu

• Radiasi

Faktor Persalinan :

komplikasi persalinan seperti trauma kepala dan asfiksia.

Faktor Pasca Persalinan

• Gizi

• Penyakit kronis/ kelainan kongenital

• Lingkungan fisis dan kimia

• Psikologis

• Hormonal

• Sosial ekonomi

• Lingkungan pengasuhan

• Stimulasi

• Obat-obatan

PERIODE PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

• Masa prenatal atau intrauterine (masa di dalam kandungan)

• Masa bayi (infancy) umur 0 sampai 11 bulan

• Masa anak dibawah lima tahun (anak balita umur 12 sampai dengan 59 bulan)

• Masa anak prasekolah (anak umur 60 sampai dengan 72 bulan)

MASA PRENATAL (MASA SEBELUM LAHIR)

Dibagi menjadi 3 periode :

1. Masa zigot/mudigah,konsepsi sampai dengan 2 minggu kehamilan.

2. Masa Embrio, 2 minggu kehamilan sampai dengan 8 atau 12 minggu.

3. Masa janin/fetus, umur 9atau 12 minggu sampai dengan akhir.

Terdiri dari 2 periode :

1. Masa fetus dini, umur kehamilan 9 minggu sampai dengan trimester kedua

2. Masa fetus lanjut, umur kehamilan trimester terakhir

Pada masa prenatal ibu diharapkan :

• Jaga kesehatan dengan baik

• Selalu dalam lingkungan yg menyenangkan

• Mendapat nutrisi yang sehat

• Memeriksa kesehatannya secara teratur

• Stimulasi dini pd janin

• Menghindari stres fisik dan psikis

• Tidak bekerja berat

MASA BAYI

Dibagi menjadi 2 periode :

1. Masa neonatal 0 – 28 hari

1. Masa neonatal dini, 0 – 7 hari

2. Masa neonatal lanjut , 8 – 28 hari

2. Masa pasca neonatal 29 hari – 11 bulan

Pada masa masa bayi, ibu diharapkan :

- Pemberian Air Susu Ibu eksklusif atau Pengganti Air Susu Ibu, pemberian Imunisasi, pengasuhan yang baik.

- kontak erat ibu dan anak

Agar pertumbuhan dan perkembangan anak  sehat pada masa neonatal :

• Pergi ke sarana kesehatan saat mau melahirkan

• Persalinan didampingi oleh keluarga

• Sambut kelahiran dengan rasa suka dan syukur

• Berikan Air Susu Ibu segera mungkin

MASA BALITA

• 3 tahun pertama pertumbuhan sel otak masih berlangsung.

• Perkembangan bicara, bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia berjalan sangat cepat

• Perkembangan moral dan dasar-dasar kepribadian anak dibentuk pada masa ini

MASA ANAK PRASEKOLAH

• Perkembangan jasmani,ketrampilan dan proses pikir bertambah

• Mulai menunjukkan keinginannya

• Senang bermain diluar dan mulai berteman

03 May 2009

Reaksi Anda terhadap Anak Anda

 

Reaksi Anda akan Menentukan Sikap dan Perilaku Anak Anda

motornormal3Anak merupakan cermin dari perilaku orangtuanya, jadi pada saat membaca
point-point di bawah ini, ingat-ingatlah apakah Anda sebagai orangtua
dapat memberikan contoh yang baik atau contoh yang buruk pada anak Anda

1. Anda suka mengritik maka anak Anda akan belajar mengutuk dan berkeluh kesah

2. Anda suka menciptakan suasana permusuhan maka anak Anda akan belajar berseteru

3. Anda suka menakuti maka anak Anda akan tak berani berbuat sesuatu

4. Anda suka mengasihani anak maka anak Anda akan belajar mengasihani diri sendiri

5. Anda suka mencemooh maka anak akan belajar menjadi pemalu

6. Anda suka mencemburui maka anak akan belajar iri hati

7. Anda suka mempermalukan anak maka ia akan belajar merasa bersalah

8. Anda suka mendorong maka ia akan belajar percaya diri

9. Anda suka mentoleransi maka mereka akan belajar sabar

10. Anda suka memuji maka mereka akan belajar menghargai

11. Anda menerima anak apa adanya mereka akan belajar mengasihi

12. Anda mendukung anak maka mereka akan menyukai diri mereka sendiri

13. Anda mengakui mereka maka mereka akan belajar untuk mempunyai sasaran

14. Anda suka berbagi maka mereka akan belajar bermurah hati

15. Anak dibiasakan jujur maka mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya

16. Anak merasakan keadilan maka mereka akan belajar bersikap adil

17. Anak banyak merasakan kemurahan dan pertimbangan maka mereka akan belajar menghormati

18. Anak merasa tenteram maka mereka akan belajar percaya pada diri sendiri dan orang di sekelilingnya

19. Anak merasakan persahabatan maka mereka akan belajar bahwa dunia ini menyenangkan

Pastikan Anak Anda belajar hal-hal yang baik dari Anda dan Kehidupan di sekelilingnya.

sumber :

Temanku dr.Asri Rahmawati