Klein I and Ojamaa K (2001). Thyroid Hormone and the Cardiovascular System. In : Epstein FH,eds. N Engl J Med 344 :501-507 Available at : http://www.nejm.org
09 March 2011
Efek Hormon Tiroid pada Sistem Kardiovaskuler
Klein I and Ojamaa K (2001). Thyroid Hormone and the Cardiovascular System. In : Epstein FH,eds. N Engl J Med 344 :501-507 Available at : http://www.nejm.org
06 February 2011
Sudden Cardiac Death
Kadang-kadang kita mendengar orang yang tadinya kelihatan sehat tiba-tiba meninggal. Seperti yang dialami seorang politisi dan selebriti Adji Mas Said yang meninggal pada tanggal 5 Februari 2011 setelah bermain sepak bola Demikian juga dengan pelawak Basuki yang meninggal saat / setelah bermain futsal dan pemain sepak bola asal Hungaria Miklós Fehér yang meninggal saat bertanding. Kok bisa begitu ya? Orang-orang menduga penyebab kematiannya karena serangan jantung. Diagnosis pasti penyebab kematiannya tentulah dengan otopsi atau bedah mayat.
Secara epidemiologi kematian alami secara mendadak pada umumnya berhubungan dengan serangan jantung. Di bidang kardiologi, kematian mendadak sering diistilahkan “Sudden Cardiac Death”. Sindrom Sudden Cardiac Death didefinisikan sebagai kematian alami yang timbul secara mendadak (sekitar 1 jam setelah serangan) pada pasien yang mempunyai/tidak penyakit jantung sebelumnya dan kematian yang muncul tidak diperkirakan sebelumnya.
Juga ada Istilah cardiac arrest yaitu curah jantung berhenti secara mendadak akibat dari ventrikuler fibrilasi, ventrikuler asistol dan irama idioventrikuler agonal. Cardiac arrest ini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 yaitu :
Primary cardiac arrest : penyebabnya murni dari jantung yang menimbulkan aritmia
Secondary cardiac arrest : penyebabnya di luar jantung bisa karena gangguan respirasi arau sirkulasi.
Menurut Jurnal “Causes of Sudden Death in Competitive Athletes”, J Am Coll Cardiol 1986;7: 204-214 yang dikutip dari buku “Hust’s The Heart” edisi 12 , penyebab Sudden Cardiac Death yang bersumber dari penyakit jantung antara lain :
Usia ≤ 35 tahun
Kardiomiopati hipertropi (48%), kardiomiopati idiopatik (18%), kelainan koroner (14%), Penyakit jantung koroner (10%), rupture aorta (7%), tidak dapat dijelaskan (3%)
Usia ≥ 35 tahun
Penyakit jantung koroner (80%), kardiomiopati hipertropi (5%), penyakit jantung katup (5%), prolap katup mitral (5%), tidak dapat dijelaskan (5%).
Faktor risiko untuk tejradinya Sudden Cardiac Death antara lain :
Usia lanjut, laki-laki, ada riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi, gagal jantung, dislipidemia (hiperkolesterolemia), kegemukan, merokok, alkohol, ada riwayat keluarga yang mengalami Sudden Cardiac Death, jantung membesar (dilihat dari EKG dan Chest X- ray)
Faktor-faktr pemicu Sudden Cardiac Death :
Perubahan saraf otonom : respon simpatik meningkat, parasimpatik menurun
Abnormalitas elektrolit (sering pada hipokalemia dan hipomagnesemia)
Aktivitas fisik yang berlebihan
Stress mental
Toksik obat
09 January 2011
Diet Sayur dan Buah dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2
Pada peneltian diabetes di Universitas Leicester, Inggris dengan tujuan untuk meneliti efek independen dari asupan buah dan sayuran pada kejadian diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan sistematik review dan meta-analisis. Adapun sumber data diambil dari MEDLINE, Embase, CINAHL, British Nursing Index (BNI), dan perpustakaan Cochrane dengan kata kunci pada diabetes, pra diabetes, buah, dan sayuran. Pendapat para ahli dikumpulkan dan daftar referensi dari artikel yang relevan diperiksa.
Studi yang dipilh adalah studi kohort prospektif dengan pengukuran independen pada konsumsi buah-buahan, sayuran, atau buah dan sayuran serta data tentang kejadian diabetes tipe 2.
Hasil dari penelitan ini dari enam studi memenuhi kriteria inklusi; empat dari studi tersebut memberikan informasi yang terpisah tentang konsumsi sayuran berdaun hijau. Data menunjukkan bahwa konsumsi sebagian besar sayuran berdaun hijau dikaitkan dengan 14% (rasio hazard 0,86, 95% confidence interval 0,77-0,97) pengurangan risiko diabetes tipe 2 (P = 0,01). Data juga menunjukkan tidak ada manfaat yang signifikan meningkatkan konsumsi sayuran, buah, atau buah-buahan atau kombinasi sayuran.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meningkatkan asupan harian sayuran berdaun hijau secara bermakna dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan asupan serat yang mana jumlah serat yang disarankan setiap harinya adalah 20-35 gram pada penderita diabetes.
Sumber : BMJ 2010;341:c4229