06 February 2011

Sudden Cardiac Death

A6MED14 Kadang-kadang kita mendengar orang yang tadinya kelihatan sehat tiba-tiba meninggal. Seperti yang dialami seorang politisi dan selebriti Adji Mas Said yang meninggal pada tanggal 5 Februari 2011 setelah bermain sepak bola Demikian juga dengan pelawak Basuki yang meninggal saat / setelah bermain futsal dan pemain sepak bola asal Hungaria Miklós Fehér yang meninggal saat bertanding. Kok bisa begitu ya? Orang-orang menduga penyebab kematiannya karena serangan jantung. Diagnosis pasti penyebab kematiannya tentulah dengan otopsi atau bedah mayat.

Secara epidemiologi kematian alami secara mendadak pada umumnya berhubungan dengan serangan jantung. Di bidang kardiologi, kematian mendadak sering diistilahkan “Sudden Cardiac Death”. Sindrom Sudden Cardiac Death didefinisikan sebagai kematian alami yang timbul secara mendadak (sekitar 1 jam setelah serangan) pada pasien yang mempunyai/tidak penyakit jantung sebelumnya dan kematian yang muncul tidak diperkirakan sebelumnya.

Juga ada Istilah cardiac arrest yaitu curah jantung berhenti secara mendadak akibat dari ventrikuler fibrilasi, ventrikuler asistol dan irama idioventrikuler agonal. Cardiac arrest ini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 yaitu :

Primary cardiac arrest : penyebabnya murni dari jantung yang menimbulkan aritmia

Secondary cardiac arrest : penyebabnya di luar jantung bisa karena gangguan respirasi arau sirkulasi.

Menurut Jurnal “Causes of Sudden Death in Competitive Athletes”, J Am Coll Cardiol 1986;7: 204-214 yang dikutip dari buku “Hust’s The Heart” edisi 12 , penyebab Sudden Cardiac Death yang bersumber dari penyakit jantung antara lain :

Usia ≤ 35 tahun

Kardiomiopati hipertropi (48%), kardiomiopati idiopatik (18%), kelainan koroner (14%), Penyakit jantung koroner (10%), rupture aorta (7%), tidak dapat dijelaskan (3%)

Usia ≥ 35 tahun

Penyakit jantung koroner (80%), kardiomiopati hipertropi (5%), penyakit jantung katup (5%), prolap katup mitral (5%), tidak dapat dijelaskan (5%).

Faktor risiko untuk tejradinya Sudden Cardiac Death antara lain :

Usia lanjut, laki-laki, ada riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi, gagal jantung, dislipidemia (hiperkolesterolemia), kegemukan, merokok, alkohol, ada riwayat keluarga yang mengalami Sudden Cardiac Death, jantung membesar (dilihat dari EKG dan Chest X- ray)

Faktor-faktr pemicu Sudden Cardiac Death :

Perubahan saraf otonom : respon simpatik meningkat, parasimpatik menurun

Abnormalitas elektrolit (sering pada hipokalemia dan hipomagnesemia)

Aktivitas fisik yang berlebihan

Stress mental

Toksik obat

09 January 2011

Diet Sayur dan Buah dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2

images (10) Pada peneltian diabetes di Universitas Leicester, Inggris dengan tujuan untuk meneliti efek independen dari asupan buah dan sayuran pada kejadian diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan sistematik review dan meta-analisis. Adapun sumber data diambil dari MEDLINE, Embase, CINAHL, British Nursing Index (BNI), dan perpustakaan Cochrane dengan kata kunci pada diabetes, pra diabetes, buah, dan sayuran. Pendapat para ahli dikumpulkan dan daftar referensi dari artikel yang relevan diperiksa.

Studi yang dipilh adalah studi kohort prospektif dengan pengukuran independen pada konsumsi buah-buahan, sayuran, atau buah dan sayuran serta data tentang kejadian diabetes tipe 2.

Hasil dari penelitan ini dari enam studi memenuhi kriteria inklusi; empat dari studi tersebut memberikan informasi yang terpisah tentang konsumsi sayuran berdaun hijau. Data menunjukkan bahwa konsumsi sebagian besar sayuran berdaun hijau dikaitkan dengan 14% (rasio hazard 0,86, 95% confidence interval 0,77-0,97) pengurangan risiko diabetes tipe 2 (P = 0,01). Data juga menunjukkan tidak ada manfaat yang signifikan meningkatkan konsumsi sayuran, buah, atau buah-buahan atau kombinasi sayuran.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa meningkatkan asupan harian sayuran berdaun hijau secara bermakna dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan asupan serat yang mana jumlah serat yang disarankan setiap harinya adalah 20-35 gram pada penderita diabetes.

Sumber : BMJ 2010;341:c4229

05 January 2011

Penurunan Berat Badan dan Gula Darah Terkontrol pada DM Tipe 2 dengan Terapi Agonis GLP-1

Pada penelitian General Electric Centricity dengan menggunakan catatan medis yang dianalisis secara retrospektif untuk mengevaluasi hubungan antara berat badan dan kontrol gula darah serta perubahan dalam tekanan darah dan lipid pada pasien dengan tipe 2 diabetes yang mendapatkan terapi exenatide, sitagliptin, atau insulin. Data dasar dan follow-up (90 -365 hari setelah tanggal indeks) untuk berat badan, A1C, glukosa darah puasa (GDP),tekanan darah, trigliserida, dan LDL, HDL, dan kolesterol total dinilai.

Hasil penelitian : Sebanyak 6.280, 5.861, dan 32.398 pasien yang menerima exenatide, sitagliptin, atau insulin, masing-masing dianalisis. Penurunan berat badan pada pasien yang diobati dengan exenatide, mean SD 3,0 ± 7,33 kg, penurunan berat badan pada pasien yang diobati dengan sitagliptin, mean SD 1,1 ± 5,39 kg dan pasien yang diobati insulin naik 0,6 ± 9,49 kg. Ada hubungan yang signifikan antara penurunan berat badan dengan penurunan kadar A1C dan GDP pada pengobatan exenatide dan penurunan tekanan darah untuk semua terapi.  Penurunan berat badan berkaitan dengan perbaikan kadar lipid, terutama pada kelompok agonis reseptor GLP-1, dan hubungan yang kecil pada kelompok insulin.

Kesimpulan : Penurunan berat badan pada pasien dengan diabetes tipe 2 dapat memperbaiki kontrol gula darah, menurunkan tekanan darah dan memperbaiki dislipidemia. Agonis reseptor Glukagon Like Peptida (GLP-1) berhubungan dengan penurunan berat badan.

Sumber : Diabetes Care 33:1759–1765, 2010