09 June 2009

Penilaian Awal (Initial Assesment)

Initial Assesment adalah proses penilaian yang cepat dan pengelolaan yang tepat guna menghindari kematian pada pasien gawat darurat.

Tujuannya mencegah semakin parahnya penyakit dan menghindari kematian korban dengan penilaian yang cepat dan tindakan yang tepat. Meliputi :

1. Persiapan,antara lain

a. Fase pra rumah sakit, harus ada koordinasi yang baikantara dokter di rumah sakit dengan petugas lapangan sehingga rumah sakit dapat mempersiapkan diri. Pada fase ini dititikberatkan pada stabilisasi pasien yang menyangkut penjagaan jalan nafas, kontrol perdarahan dan syok, immobilisasi pasien dan transportasi pasien.

b. Fase rumah sakit, harus mempersiapkan diri sebelum pasien tiba seperti perlengkapan airway, cairan kristaloid yang telah dihangatkan, perlengkapan monitoring, alat-alat proteksi diri dan tenaga medis dan penunjangnya sendiri.

2. Triage

3. Survei primer

4. Resusitasi

5. Tambahan terhadap survey primer dan resusitasi

6. Survei sekunder

7. Tambahan terhadap survey sekunder

8. Pemantauan dan re-evaluasi

9. Penanganan definitive

Istilah-istilah Gawat Darurat

EMERGCY1Gawat darurat adalah Suatu keadaan yang terjadinya mendadak mengakibatkan seseorang atau banyak orang memerlukan penanganan / pertolongan segera dalam arti pertolongan secara cermat, tepat dan cepat. Apabila tidak mendapatkan pertolongan semacam itu maka korban akan mati atau cacat / kehilangan anggota tubuhnya seumur hidup.

Keadaan darurat adalah keadaan yang terjadinya mendadak, sewaktu-waktu / kapan saja, terjadi dimana saja, dan dapat menyangkut siapa saja sebagai akibat dari suatu kecelakaan, suatu proses medik atau perjalanan suatu penyakit.

Pertolongan pertama adalah perlakuan sementara yang diberikan pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak sebelum pertolongan definitif oleh dokter dapat diberikan / dilakukan pencegahan agar tidak terjadi cedera yang lebih parah yang diberikan oleh orang awam bukan dimasukkan dalam tindakan medik.

Perawatan kedaruratan meliputi pertolongan pertama, penanganan transportasi yang diberikan kepada orang yang mengalami kondisi darurat akibat rudapaksa, sebab medik atau perjalanan penyakit di mulai dari tempat ditemukannya korban tersebut sampai pengobatan definitif dilakukan di tempat rujukan.

Penanggulangan korban masal

Pada korban satu persatu dapat ditanggulangi secara beruntun atau bergilir. Namun pada korban masal yang mana jumlah korban sedemikian banyaknya sehingga tenaga atau fasilitas kesehatan tidak berimbang maka perlu difikirkan suatu sistim penanganan yang tepat, yaitu Sistim Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Mengacu pada dalil bahwa pertolongan harus cermat, tepat dan cepat agar korban tidak mati atau cacat maka harus ditangani secara bersama dan terpadu, oleh berbagai komponen penolong atau pertolongan. Ini berarti penanganan harus dilakukan secara multi disiplin, multi profesi dan multi sektor meliputi :

  • Penanganan terhadap korban banyak / penyelamatan jiwa
  • Dilakukan oleh penolong & pertolongan banyak
  • Terjalin komunikasi dan koordinasi yang terkendali
  • Menyangkut transportasi korban
  • Tempat-tampat rujukan

Penyebab kegawatan

Segala sesuatu bisa berupa penyakit maupun trauma yang menyebabkan ancaman terhadap fungsi-fungsi vital tubuh antara lain :

  • Jalan nafas dan fungsi nafas
  • Fungsi sirkulasi
  • Fungsi otak dan kesadaran

Unit Gawat Darurat (UGD) adalah Unit/bagian yang memberikan pelayanan gawat darurat kepada masyarakat yang menderita penyakit akut atau mengalami kecelakaan

Pasien gawat darurat adalah seseorang atau banyak orang yang mengalami suatu keadaan yang mengancam jiwanya yang memerlukan pertolongan secara cepat, tepat dan cermat yang mana bila tidak ditolong maka seseorang atau banyak orang tersebut dapat mati atau mengalami kecacatan.

Kriteria pasien gawat darurat adalah mengalami kegawatan yang menyangkut:

· Terganggunya jalan nafas, antara lain sumbatan jalan nafas oleh benda asing, asma berat, spasme laryngeal, trauma muka yang mengganggu jalan nafas dan lain-lain

· Terganggunya fungsi pernafasan, antara lain trauma thorak (tension pneumotorak, masif hematotorak, emfisema, fraktur flail chest, fraktur iga), paralisis otot pernafasan karena obat atau penyakit dan lain-lain

· Terganggunya fungsi sirkulasi antara lain syok (hipovolumik, kardiogenik, anafilaksis, sepsis, neurogenik), tamponade jantung dan lain-lain

· Terganggunya fungsi otak dan kesadaran antara lain stroke dengan penurunan kesadaran, trauma capitis dengan penurunan kesadaran, koma diabetika, koma uremikum, koma hepatikum, infeksi otak, kejang dan lain-lain

Pasien akut adalah pasien yang menderita sakit secara mendadak (onset waktu yang cepat) yang membutuhkan pertolongan segera yang apabila tidak ditolong sakitnya akan bertambah parah.

Kriteria pasien akut :

· Semua pasien gawat darurat

· Pasien trauma selain gawat darurat seperti luka robek ringan, luka bakar ringan, fraktur tulang tanpa perdarahan

· Pasien medis tidak gawat darurat seperti hematemesis melena tanpa syok, stroke tanpa penurunan kesadaran, diare dengan dehidrasi ringan-sedang dan lain-lain

Pasien tidak gawat dan tidak akut : pasien diluar kriteria pasien gawat dan pasien akut

05 June 2009

Mengatasi Stress dengan Aroma Terapi

    Banyak cara dalam mengatasi stres. Salah satunya 4131994653-enigma-parfum-dengan-wangi-mawar-yang-sensualadalah dengan menggunakan aroma terapi. Dengan mencium bau yang wangi, segala yang membebani pikiran akan berkurang. Aroma terapi dapat membantu anda mengatasi  stres seperti ketegangan, kepanikan dan kelelahan mental.

    Ada beberapa macam bentuk aroma terapi. Bisa berbentuk minyak, parfum, lilin, dan serpihan kayu.

    Minyak Aroma terapi

    Salah satu cara yang terbaik untuk menikmati minyak aroma terapi adalah dengan memanaskan beberapa tetes minyak aroma terapi ke dalam alat pemanas. Minyak ini dicampur dengan air yang dipanaskan dengan sebuah lilin di dasar alat pemanas. Ketika air menguap, uap air membawa aroma minyak ke udara.

    Parfum

    Beberapa orang lebih memilih parfum atau wewangian yang disemprotkan ke udara karena dirasakan lebih praktis.

    Lilin aroma terapi

    Ada lilin khusus untuk aroma terapi. Lilin ini dibuat dengan mencampur minyak aroma terapi dan bahan dasar lilin. Ketika lilin dibakar, akan mengeluarkan bau yang wangi

    Serpihan kayu

    Serpihan-serpihan kayu gaharu dibentuk sedemikian rupa kemudian dibakar sehingga mengeluarkan bau yang wangi

    Minyak Aroma Terapi yang Mengurangi Stres

    Ada beberapa macam minyak aroma terapi. Minyak aroma terapi bisa terbuat dari kayu gaharu, bunga melati, bunga mawar, bunga kenanga daun cengkeh dan daun nilam. Diluar negeri juga menggunakan bahan bunga, daun dan kayu untuk minyak aroma terapi. Berikut ini sebagian contoh minyak aroma terapi dan fungsinya :

       

  • Sweet marjoram, untuk mengurangi pengaruh kepanikan

  • Lavender, untuk relaksasi dan stress

  • Rosemary, untuk menambah konsentrasi

  • Juniper berry (jintan Saru), untuk mengurangi kemarahan dan kepanikan

  • Geranium, untuk mengurangi stres dan kepanikan

  • Charmomile untuk mengurangi stres

  • Clary sage, untuk menambah relaksasi

  • Sandalwood untuk mengatasi insomnia dan depresi

    Rangkaian gangguan yang berhubungan dengan stres yang secara potensial dapat dibantu dengan aroma terapi :

  • Ketegangan saraf, diatasi dengan  minyak yang membuat relaks dan fleksibel termasuk : basil, bergamot, cedarwood, charmomile, kayu manis, frankincense, geranium, lavender, marjoram, neroli dan ylang-ylang (kenanga).

  • Kepanikan dan ketakutan, diatasi dengan minyak yang meningkatkan dan mendukung jati diri termasuk : caraway, cedarwood, fennel, jahe, hyssop, juniper, laurel, pinus, rosemary, pohon teh dan thyme.

  • Kemarahan, diatasi dengan minyak yang memberikan kedamaian termasuk bergamot, charmomile, grapefruit, lavender, mawar dan yarrow

  • Insomnia (sulit tidur), diatasi dengan minyak yang menenangkan dan membuat relaks termasuk : basil, charmomile, lavender, mandarin, marjoram, melissa, neroli, mawar, sandalwood, thyme dan ylang ylang (kenanga).

  • Depresi (perasaan sedih/kecewa yang sangat), diatasi dengan minyak yang mendukung dan menghibur termasuk : basil, bergamot, charmomile, clary sage, grapefruit, lavender, melissa, neroli, jeruk, mawar, sandalwood, thyme, yarrow dan ylang ylang.

  • Kelelahan saraf, diatasi dengan minyak yang meluluhkan dan menenangkan termasuk : basil, kayu manis, citronella, coriander, jahe, grapefruit, hyssop, melati, lavender, rumput lemon, peppermint, nutmeg, rosemary dan ylang ylang

  • Hubungan antar pribadi, menggunakan minyak untuk keseimbangan dan persahabatan termasuk caraway, fennel, geranium, jahe, juniper, lavender, marjoram, neroli, patchouli, peppermint, mawar dan ylang ylang.