06 April 2009

Kecanduan Pornografi Merusak Otak

clip_image001“Kerusakan otak karena ketagihan pornografi lebih sulit disembuhkan dibandingkan kecanduan makan (kegemukan) dan obat-obatan” begitu menurut dokter Donald Hilton Jr. MD ahli bedah saraf Methodist Speciality and transplant Hospital San Antonio, Amerika. Jika kecanduan tersebut dibiarkan maka akan terjadi penyusutan otak sehingga lama-kelamaan kerusakannya akan permanen. Pengobatan terhadap kecanduan pornografi juga lama. Membutuhkan waktu kira-kira 1,5 tahun untuk menyembuhkannya. Beliau juga menjelaskan otak yang kecanduan pornografi, mekanisme kontrol menjadi kecil terhadap rangsangan seksual. (Dikutip dari harian Jawa Pos 3/3 2009).

Menurut hasil tinjauan mendalam sebuah riset yang dilakukan di Skotlandia, akses pornografi internet di kalangan ABG telah memicu tren hilangnya keperjakaan dan kegadisan di usia yang semakin muda. Riset yang juga dipublikasikan dalam jurnal CyberPyschology and Behaviour itu menyebutkan, pria remaja berusia 12 hingga 17 tahun yang secara teratur melihat situs porno cenderung melakukan hubungan seks pada usia dini. Parahnya lagi, mereka juga cenderung berani mencoba seks oral dan meniru apa yeng mereka lihat di internet.Sementara itu, wanita yang mengakses pornografi pada rentang usia sama, meski persentasenya kecil ketimbang pria, juga menjadi aktif dalam hal seks pada usia yang sedikit lebih muda

Industri pornografi juga melaporkan 20-30 persen remaja di dunia yang berusia 8-17 tahun mengakses situs porno.Jadi sangat disayangkan jika mereka yang nota benenya adalah pelajar sampai kecanduan pornografi. Ini akan mempengaruhi masa depan mereka.

Kecanduan pornografi tidak hanya buruk bagi anak-anak, tapi juga bagi orang tua beserta pasangannya. Banyak wanita atau pria tak sadar bila pasangan mereka menyukai pornografi, atau bahkan tak sedikit yang terjerat hubungan serius dengan wabah satu ini. Sikap masa bodoh biasanya akan membuat mereka mempercayai pasangannya tanpa syarat.  Mereka berasumsi bahwa kebiasaan mengakses pornografi dapat dimaklumi dan dipahami sebagai hal yang lumrah.

Menurut Yvonne K. Fulbright, seorang konsultan seks, kolumnis dan pendiri Sexuality Source Inc, sikap masa bodoh terhadap pasangannya yang kecanduan pornografi bila dikombinasikan dengan makin lamanya antusiasme terhadap pornografi justru akan menimbulkan masalah. Hal ini akan menyebabkan perasaan erotis yang terpendam dan pada akhirnya terjebak di sisi yang gelap.

Alih-alih bermanfaat memperbaiki hubungan beragam bentuk erotisme , pornografi justru menjadi jauh dari fungsinya sebagai stimulan. Kecenderungannya, pornografi justru akan merenggut kehidupan seseorang. Bukannya menjadi stimulan, pornografi justru menjadi obyek dari hasrat atau gairah.Alhasil seseorang justru harus bersaing dengan pornografi untuk mendapatkan perhatian dari pasangannya.

Jadi bagi anda yang ingin mngetahui tanda-tanda pasangan atau kekasih kecanduan pornografi, berikut ini penjelasan dari Fulbright, ahli yang juga menulis sejumlah buku terkenal seperti "Touch Me There! A Hands-On Guide to Your Orgasmic Hot Spots."

1. Pasangan Anda tidak bersosialisasi seperti biasanya. Si Dia banyak menghindar dari aktivitas

2. Pasangan Anda kurang bergairah dalam seks atau tak merespon rangsangan seks.

3. Pasangan Anda mengajukan permintaan aneh atau kasar saat ngeseks.

4. Pasangan Anda seperti tidak “hadir”. Kekasih Anda menjadi seperti jauh secara emosional saat melakukan seks.

5. Pasangan Anda mulai mengeluhkan penampilan Anda. Pasangan Anda menjadi terlalu cemas dengan penampilan Anda dan menilai apakah Anda cukup menarik dari sisi seksual. Ia juga membuat komentar-komentar seks yang tidak sensitif namun seakan menganggap Anda menjadi obyek seksual.

6. Anda merasa tidak lagi mendapat jawaban langsung dari pasangan Anda karena menyembunyikan hal-hal yang berbau pornografi

7. Pasangan Anda secara praktis "Kawin dengan Internet". Si Dia menghabiskan sebaguan besar waktunya dengan duduk di depan komputer.

8. Anda melihat perubahan perilaku pasangan Anda. Perasaan “sex pervert” atau kesalahan menempatkan seks akan menyebabkan dia bertindak kasar dan emosional untuk membela kelakuannya menikmati pornografi.

Jason bekas pecandu pornografi yang sekarang menjadi seorang konselor terlatih yang membantu kesembuhan para pecandu pornografi menemukan ada beberapa kebiasaan dalam mengakses pornografi :

- Pria mengorbankan hari liburnya untuk menurutkan hasrat mengakses pornografi.

- Pria mengorbankan hibungan sosial dengan teman atau keluarga hanya untuk menikmati pornografi

- Pria terobesi dengan seseorang dan pertemuannya dengan mereka dilihat sebagai potensi menciptakan fantasi seksual atau pornografi.

Bagaimana cara menghilangkan kecanduan pornografi?

Jason punya nasehat penting buat para pria yang merasa dirinya kecanduan dengan pornografi. Pertama, cobalah untuk mendiskusikan masalah ini dengan orang yang mengerti Anda. Kedua, buatlah jadwal yang padat dalam aktivitas keseharian Anda dan ketiga hubungi konselor terlatih untuk menentukan dan mencari tahu kenapa kecanduan ini telah membelit Anda.

“Pastikan Anda termotivasi untuk mengatasi kecanduan ini karena jika tidak, tak ada jalan buat Anda untuk berhasil. Saya menyadari, alam bawah sadar saya merencanakan membuat setiap malam dan akhir pekan dalam kondisi bebas sehingga saya bisa online. Oleh sebab itu, pergilah keluar rumah lakukan sesuatu dan taati waktu tidur yang ketat. "Menahan kebiasaan Anda adalah sebuah ide buruk. Anda butuh bantuan teman dekat untuk berdiskusi. Dengan bebasnya layanan internet dan kemudahan pornografi, tak heran jika pria menjadi tertarik Mendengar nasihat dari profesional tentu sangat ideal sebab dapat menentukan apa yang menjadi penyebab kecanduan. Ketika apa yang terjadi pada Anda terungkap, hal itu akan memberi anda perspektif baru,” tandas Jason.

(Dikutip dari http://www.kompas.com)

Tips untuk mencegah pornografi :

  • Bagi anda pengguna internet, gunakan filter yang terdapat pada seting internet anda.
  • Bisa juga menggunakan program khusus anti pornografi yang bisa didownload di antipornografi 
  • Bagi putra/putri anda yang telah terlanjur menonton film-film pornografi, terangkan bahwa apa yang selama ini  ditontonnya hanya rekayasa kamera dan jauh dari kenyataan serta dapat merusak otak.
  • Berilah contoh yang baik pada putra dan putri anda dengan tidak menyentuh hal-hal yang berbau pornografi,karena dengan contoh yang baik mereka akan mengikuti nasehat kita.

Karena itu cegahlah diri anda dan keluarga anda dari KECANDUAN PORNOGRAFI !

No comments:

Post a Comment